Haloo...
Lama ni gag Corat coret biasa aku lagi sibuknya corat coret di blog sebelah
ahahahha. oke Stop becandanya. Kali ini ku akan jelaskan tentang Kuliah yang
aku dapat, Kuliah yang aku dapat ini adalah Pengantar Teknologi Informasi (PTI)
dan Bab yang mau akau bagi adalah mengenai BASIS DATA khususnya yang menjelakan
APA SIH BASIS DATA itu?? penasarankan kan?? eeetttss jgn terburu buru sebelum
kita melangkah lebih maju yang perlu dilakukan sebelumnya adalah
BERDOA
MENURUT KEYAKINAN MASING-MASING
MULAI..............................................
Amin....
BASIS DATA
Pengertian
Basis Data
Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau
sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam
komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program
komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan
memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data
(database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu
informasi.
Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun
kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika
Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada
sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan
data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang
saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem
manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah
jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk
kedua arti tersebut.
Sejarah
Kemunculan Basisdata:
Menurut sejarah, sistem pemrosesan basisdata terbentuk setelah masa sistem pemrosesan manual dan sistem pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual (berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika suatu berkas diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. Bentuk seperti ini masih banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang lain adalah buku telepon saku dimana seseorang relative mudah mencari nama-nama rekannya karena datanya telah disusun secara alfabetis. Namun demikian kemudahan seperti ini tetap saja kurang efektif. Data tidak bisa diurutkan menurut kata atau nomor telepon. Jika hal seperti itu dikehendaki, tidak ada cara lain selain dengan menuliskannya kembali. Tentu saja hal itu tidak praktis.
ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut sejarah, sistem pemrosesan basisdata terbentuk setelah masa sistem pemrosesan manual dan sistem pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual (berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika suatu berkas diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. Bentuk seperti ini masih banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang lain adalah buku telepon saku dimana seseorang relative mudah mencari nama-nama rekannya karena datanya telah disusun secara alfabetis. Namun demikian kemudahan seperti ini tetap saja kurang efektif. Data tidak bisa diurutkan menurut kata atau nomor telepon. Jika hal seperti itu dikehendaki, tidak ada cara lain selain dengan menuliskannya kembali. Tentu saja hal itu tidak praktis.
ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD
merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data
berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD
untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga
simbol yang digunakan, yaitu :
- Entiti
Entiti
merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari
sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini
biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
- Atribut
Setiap
entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk
mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai
sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar
atribut diwakili oleh simbol elips.
Ada dua jenis Atribut :
1) Identifier
(key) digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik (primary
key).
2)
Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan
karakteristik dari suatu entity yang tidak unik.
- Hubungan / Relasi
Hubungan
antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi
dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi
yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis
data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :
- Relationship Degree (Derajat relasi)
Relationship Degree atau Derajat Relasi adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship.
Cardinality (Kardinalitas)
Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain.
Terdapat 3 macam kardinalitas
relasi yaitu :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan
relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan
paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2).
Satu ke banyak (One to many)
Setiap
entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada
himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan
dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3).
Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap
entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada
himpunan entitas B.
Contoh Kasus:
Perancangan
Database
Sistem
Informasi Inventaris
A.
Permasalahan:
Suatu perusahaan software
diminta membuatkan basis data yang akan menangani data-data inventaris sebuah
toko kecil. Karena tokonya kecil, maka ada beberapa gudang yang khusus untuk menyimpan
stock produk. Data-data yang akan ditanganinya adalah: data produk yang
ditawarkan toko, data pemasok produk, data transaksi pembelian produk dari
pemasok (nota pembelian), dan data gudang tempat penyimpanan produk. Satu
produk yang sama bisa disimpan di beberapa gudang yang berbeda, dan tentu saja
tiap gudang menyimpan berbagai macam produk. Di database harus ada data
mengenai sisa stock yang ada di masing-masing gudang untuk semua produk.
B. Tahap 1:
Penentuan Entities
·
produk: menyimpan semua informasi
mengenai semua produk yang ditawarkan
·
pemasok: menyimpan semua informasi
mengenai semua pemasok
·
nota_pembelian: menyimpan semua informasi
mengenai semua transaksi pembelian produk dari pemasok
·
gudang: menyimpan semua informasi
mengenai gudang untuk penyimpanan produk
C. Tahap 2:
Penentuan Attributes
·
produk:
·
kode_produk: kode unik untuk tiap macam produk (string) PK
·
nama_produk: nama lengkap untuk
produk (string)
·
harga_jual: harga jual produk di toko (integer)
·
pemasok:
·
kode_pemasok: kode unik untuk tiap pemasok (string) PK
·
nama_pemasok: nama lengkap
untuk pemasok (string)
·
alamat_pemasok: alamat
lengkap untuk pemasok (string)
·
nota_pembelian:
·
no_nota: kode untuk mata kuliah
(integer) PK
·
tanggal: tanggal transaksi dilakukan (date)
·
gudang:
·
kode_gudang: kode untuk ruang kelas (string) PK
·
alamat_gudang: alamat lengkap untuk gudang (string)
D.
Tahap 3: Penentuan Relationships
produk
|
pemasok
|
nota_pembelian
|
gudang
|
|
produk
|
-
|
-
|
m:n
|
m:n
|
pemasok
|
-
|
1:n
|
-
|
|
nota_pembelian
|
-
|
-
|
||
gudang
|
-
|
Hubungan:
·
produk
disimpan di gudang:
·
Tabel utama: produk, gudang
·
Tabel kedua: stok_produk
·
Relationship: Many-to-many (m:n)
·
Attribute penghubung: kode_produk, kode_gudang (FK kode_produk,
kode_gudang di stok_produk)
·
produk
tercatat di nota_pembelian:
·
Tabel utama: produk, nota_pembelian
·
Tabel kedua: rincian_nota_pembelian
·
Relationship: Many-to-many (m:n)
·
Attribute penghubung: kode_produk, no_nota (FK kode_produk, no_nota di rincian_nota_pembelian)
·
pemasok tercatat di nota_pembelian:
·
Tabel utama: pemasok
·
Tabel kedua: nota_pembelian
·
Relationship: One-to-many (1:n)
·
Attribute penghubung: kode_pemasok (FK kode_pemasok di nota_pembelian)
E. Tahap 4: Pembuatan ERD
EER (Enhanced Entity Relationship) Diagram:
F. Tahap Implementasi
CREATE TABLE produk (
kode_produk varchar(20) PRIMARY KEY,
nama_produk varchar(45) UNIQUE,
harga_jual integer
);
CREATE TABLE pemasok (
kode_pemasok varchar(20) PRIMARY KEY,
nama_pemasok varchar(20) NOT NULL,
alamat_pemasok varchar(45) NOT NULL,
CHECK(nama_pemasok!='' AND alamat_pemasok!='')
);
CREATE TABLE gudang (
kode_gudang varchar(20) PRIMARY KEY,
alamat_gudang varchar(45)
);
CREATE TABLE nota_pembelian (
no_nota serial PRIMARY KEY,
kode_pemasok varchar(20) REFERENCES
pemasok(kode_pemasok),
tanggal date DEFAULT current_date
);
CREATE TABLE
rincian_nota_pembelian (
kode_produk varchar(20) REFERENCES produk(kode_produk),
no_nota integer REFERENCES nota_pembelian(no_nota),
harga_satuan integer,
jumlah integer NOT NULL,
CHECK(jumlah>=20),
PRIMARY KEY(kode_produk, no_nota)
);
CREATE TABLE stok_produk (
kode_produk varchar(20) REFERENCES produk(kode_produk),
kode_gudang varchar(20) REFERENCES gudang(kode_gudang),
jumlah_stok integer NOT NULL,
CHECK(jumlah_stok<=200),
PRIMARY KEY(kode_produk, kode_gudang)
);

0 komentar:
Posting Komentar